Cafe Bisnis Online
Cafe Bisnis Online
Cafe Bisnis Online
Cafe Bisnis Online
Cafe Bisnis Online

Senin, 21 Februari 2011

Motivasi Kerja

Posted by Dunia Iklan 04.55, under | No comments

“Islam mengajarkan bahwa setiap pekerjaan dan kenikmatan yang baik dapat  berubah menjadi ibadah jika disertai niat tulus untuk menjaga anugerah hidup dan memanfaatkannya, serta menghormati kehendak pemberinya”
Sembilan juta lebih pengangguran ada di negeri kita. Kita menyaksikan banyak pengemis di sepanjang jalan di negeri yang dulu dikenal “Gemah ripah loh jinawi”, tanah-nya subur sehingga hanya menanam kayu menjadi tanaman. Dua puluh tahun yang lalu pengangguran dan pengemis tidak sebanyak sekarang. Namun dua puluh tahun yang akan datang bisa jadi jumlah pengangguran dan pengemis menjadi dua atau tiga kali lipat. Sungguh ironis jika sekarang menjadi seperti ini. Ibarat tikus mati di lumbung padi, negeri yang begitu kaya raya namun rakyatnya dihantui kesusahan dan kemiskinan. Mengapa demikian?

Selain karena memang negeri ini dalam kondisi krisis perekonomian, banyak di antara kita sendiri sudah merasa apatis melihat masa depan dan kehilangan motivasi untuk bekerja. Karena itu diperlukan adanya pemahaman mengenai motivasi diri dan motivasi kerja. Mengapa kita harus bekerja? Tidak adanya atau berkurangnya motivasi diri inilah yang menyebabkan seseorang kemudian menjadi pengangguran, kemudian mengambil jalan pintas lebih baik mengemis, daripada bekerja keras. 

Dalam Islam, seorang muslim tidak dibenarkan mengambil sikap yang demikian. “Dan sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Q.S al-A'raf / 7:96). Lalu bagaimana menciptakan motivasi diri dan mengembangkannya sehingga mendorong manusia untuk memiliki semangat kerja yang tinggi.

Kata motivasi dapat disamakan dengan  niat. Bagi kaum muslimin, nilai niat lebih tinggi daripada motivasi karena motivasi seorang muslim dalam langkahnya setiap hari  harus timbul karena niat pada Allah. “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (Q.S. Ar-Ra'd / 13:11). Pada praktiknya kata motivasi dan niat hampir sama–sama dipakai dengan arti yang sama, yaitu bisa kebutuhan (need), desakan (urge), keinginan (wish), dorongan (drive) atau kekuatan. Walaupun dalam bahasa Inggris intention diartikan niat dan motivation dengan motivasi, tetapi dalam berbagai penelitian pun kata motivasilah yang sering digunakan.

Manusia diciptakan tidak lain hanyalah untuk beribadah pada Allah. “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (Q.S. Adz Dzariyaat / 51:56). Semua aspek kehidupan bisa bernilai ibadah ketika diniatkan karena Allah. Memurnikan niat karena Allah semata merupakan landasan amal yang ikhlas. Maksud niat disini adalah pendorong kehendak manusia untuk mewujudkan suatu tujuan yang dituntutnya. Maksud pendorong adalah penggerak kehendak manusia yang mengarah pada amal. Adapun, tujuan pendorongnya banyak sekali dan sangat beragam.              

Motivasi Kerja 
Motivasi kerja dimiliki oleh setiap manusia, tetapi ada sebagian orang yang lebih giat bekerja daripada yang lain. Kebanyakan orang mau bekerja lebih keras jika tidak menemui hambatan untuk merealisasikan apa yang diharapkan. Selama dorongan kerja itu kuat, makin besar peluang individu untuk lebih konsisten pada tujuan kerja. Ada juga yang menyukai dorongan kerja tanpa mengharapkan imbalan, sebab ia menemukan kesenangan dan kebahagiaan dalam perolehan kondisi yang dihadapi dan dalam mengatasi situasi yang sulit.

Bekerja 
Tujuan aktivitas bekerja manusia pada sistem sekuler adalah meraih laba sebesar-besarnya untuk menjadi masyarakat yang elitis seperti yang diharapkan kapitalisme, atau mengimplementasikan kelayakan materi bagi seluruh masyarakat sebagaimana dikehendaki sosialisme. Tujuan material ini ternyata mendatangkan berbagai konflik di antara sistem-sistem ekonomi sekuler. Apalagi, sistem itu berupaya untuk saling mendominasi. Adapun konsep Islam, tentang dunia sebagai ladang akhirat, memposisikan kepentingan materi bukan sebagai tujuan, tetapi sebagai sarana merealisasikan kesejahteraan manusia. Rasulullah saw. pernah menegaskan bahwa “Tidak untuk dunia kita diciptakan Allah.” Banyak sahabat Rasulullah saw. menjadi pedagang yang sukses. Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf bisa dikatakan sebagai ikon konglomerat muslim saat itu. Begitu pula Suhaib ar-Rami yang menjadi pengusaha (produsen senjata) yang pendistribusian produknya menguasai masyarakat Jazirah Arab saat itu. Nilai-nilai dunia yang mereka genggam diraih dengan bekerja keras. Namun dengan itu semua, mereka menjadi lebih dekat kepada Allah swt.  

Islam mengajarkan bahwa setiap pekerjaan dan kenikmatan yang baik dapat  berubah menjadi ibadah jika disertai niat tulus untuk menjaga anugerah hidup dan memanfaatkannya, serta menghormati kehendak pemberinya. Sebaliknya, jika orang yang bekerja tanpa iman akan hidup seperti robot dan tidak mampu merasakan eksistensi nilai-nilai di balik penciptaannya. Islam menetapkan bahwa amal tanpa iman adalah perjuangan sia-sia, bagaikan debu yang beterbangan.

Dalam pengertian umum, amal dalam Islam merupakan aktivitas terpenting bagi seorang muslim dalam kehidupan di dunia. Karena itu konsep ini disamakan  dengan iman, dijelaskan ratusan kali dalam Al-Quran. Amal dalam Islam dalam berbagai bentuknya mempunyai tujuan ganda, yakni merealisasikan keuntungan di dunia dan akhirat.

Islam telah menetapkan pekerjaan bagi seorang muslim sebagai hak sekaligus kewajiban. Islam menganjurkan bekerja dan memerintahkan agar pekerjaan dilakukan dengan sebaik-baiknya. Prinsip pertama yang ditegakkan Islam dalam mengatur masyarakat ialah agar setiap orang bekerja untuk memenuhi kebutuhan diri dan orang-orang yang menjadi tanggungannya. Pemahaman inilah yang harus dimiliki setiap muslim agar ia memiliki motivasi yang kuat untuk bekerja dengan sebaik-baiknya. 

Sebagai penutup, renungilah kisah Umar bin Khathab berikut. Suatu saat di masa Khalifah Umar bin Khathab selesai melaksanakan shalat Jum'at, beliau melihat seorang yang berdoa dengan khusuk mohon rejeki kepada Allah. Sekian lama diamati orang itu hanya berdoa dengan suara yang makin memelas. Khalifah Umar bin Khathab kemudian mengusir orang itu dari masjid. “Pergilah kamu mencari rejeki yang disediakan Allah di seluruh pelosok bumi. Allah tidak akan menjatuhkan emas dari langit untukmu.”(As) 

Senin, 14 Februari 2011

Mengaca Lah sebelum Kaca pecah

Posted by Dunia Iklan 21.29, under | No comments

Seluruh umat di dunia tahu bahwa kaca merupakan alat bantu untuk melihat diri sendiri. Kita tidak akan mengetahui rupa kita seperti apa tanpa sebuah kaca. Dalam hal ini kaca sering diibaratkan dengan tingkah laku kita, ucapan kita, pergaulan kita, dimana pun kita berada pasti ada kaca dalam diri kita. Kaca di sini sebagai simbol untuk melihat diri sendiri, apakah diri kita sudah lebih baik dari orang lain atau diri kita sama dengan orang lain ataukah diri kita lebih buruk dari orang lain.

Kita sering mengucapkan kata – kata yang kurang mengenakkan bagi orang lain sedangkan kita belum tentu baik dimata orang lain. Kaca dalam diri kita sangatlah penting adanya untuk melihat kemampuan kita diantara orang – orang sekitar kita. Tahukah anda bahwa keseharian kita sering membicarakan tentang keburukkan orang, apalagi orang itu yang kita tidak suka, kita benci, semakin semangat kita membicarakannya, bukan begitu saudara ?, sebelum kita mebicarakan orang lain tentang keburukannya, marilah kita mengaca pada diri sendiri, mungkin saja kita pernah melakukan hal yang sama dengan apa yang di lakukan orang yang kita bicarakan.

Apabila kita berucap kata seenaknya sendiri, tanpa melihat diri sendiri terlebih dahulu, kita salah satu termasuk manusia yang egois, bermuka badak, bermuka tank, dan lain – lain. Hal itu menunjukkan bahwa kaca dalam diri kita sudah pecah, tidak ada lagi kepedulian kita terhadap orang lain, apakah perasaan orang lain, tersinggung, kecewa dengan perkataan kita, aku adalah aku dan kamu adalah kamu. Hanya kesombongan muncul dalam diri kita, untuk meninggi di hadapan orang lain. Padahal kita tidak tahu bahwa kita juga sedang diperolok oleh orang lain.

Marilah saudara, kita perbaiki diri kita, mengaca pada diri sendiri untuk menjalani kehidupan sehari – hari. Apabila ada tetangga yang sedang dibicarakan di lingkungan kita, berpikirlah positif. Jika yang dibicarakan itu benar adanya, kita harus peduli terhadap mereka, peduli dengan tidak membicarakan keburukan mereka. Kita harus mengaca pada diri kita, mungkin saja kita pernah mengalami hal yang sama atau mungkin suatu saat nanti hal itu akan menimpa kita, kita tidak tahu.

Kunci dari semua itu adalah rendah hati, peduli terhadap orang sekitar, mampu mengkondisikan diri dalam suatu situasi, mendekatkan diri kepada Tuhan dan sebagainya, dengan seperti itu kita akan disegani oleh orang lain dan rasa saling menghargai dan menghormati akan muncul dengan sendirinya. Masih ada waktu untuk memperbaiki diri kita.

Menjadi Lebih Baik

Posted by Dunia Iklan 21.23, under | No comments

Tingkah laku dan sifat manusia di bedakan menjadi dua yaitu baik dan buruk. Hal yang dapat dikatakan baik sangat sulit untuk dilakukan oleh kita, apabila berbicara tentang keburukkan sangat cepat sekali, seperti air yang mengalir dari atas ke bawah. Dalam hidup, tingkah laku dan sifat kita yang buruk presentasenya lebih banyak daripada tngkah laku dan sifat baik kita, bisa dikatakan 80 : 20 antara keburukan dan kebaikan.

Sesuai dengan kodratnya, manusia memang tidak pernah sempurna, karena itu banyak yang kesalahan yang dilakukan. Akan tetapi itu tidak bisa kita abaikan karena memang sudah kodrat kita sebagai manusia, bukan begitu ? Kita memang manusia tidak sempurna, tapi apakah kita tidak akan sempurna terus, selalu melakukan kesalahan, khilaf, melakukan hal – hal yang tidak dianggap wajar. Apabila kita melakukan kesalahan pada hari ini, apakah kita akan melakukan kesalahan yang sama dalam beberapa hari kemudian ? Hal yang sangat bodoh apabila kita melakukan kesalahan yang sama, berarti pemikiran kita belum bisa untuk berpikir secara rasional dan hanya akan seperti itu terus.

Manusia memang tidak sempurna, akan tetapi manusia dapat menjadikan dirinya sempurna walaupun tidak seratus persen sempurna. Kesalahan yang kita lakukan di hari ini jangan sampai terulan di hari kemudian, kita sudah tahu itu salah jangan diulang kembali, manusia memang pelupa, apa mungkin kita juga akan terus lupa ? Kita harus menata pola pikir kita, menjadikan keburukan dan kesalahan hari ini untuk melangkah ke depan agar lebih baik dari sekarang, menjadikan pengalaman masa lalu untuk kehidupan mendatang kita.

Tahukah anda, jika kita selalu flashback atau mengingat dan membandingkan masa lalu kita dengan masa sekarang, kita tidak akan pernah bisa untuk maju melangkah ke depan dan pikiran kita tidak bisa berkembang, hanya standby di satu sisi saja. Seperti kita mengendarai kendaraan, apabila kita terus melihat spion untuk melihat keadaan di belakang kita, kita akan menabrak, disebabkan karena kita tidak pernah melihat ke depan. Dalam hidup, kita boleh mengingat masa lalu dengan porsi yang lebih sedikit, siapa manusia yang tidak mempunyai masa lalu ? semua manusia memilikinya, karena hidup kita berputar. Masa lalu ada yang baik dan buruk, masa lalu yang baik apabila kita mengingatnya jangan lah membandingkan dengan masa sekarang. Masa lalu dengan masa sekarang berbeda, mungkin masa lalu anda baik dan anda hanya ingin baik seperti itu terus, sama saja anda tidak akan beranjak dari tempat anda. Sedangkan masa lalu yang buruk, wajib anda tinggalkan. Masa lalu yang buruk akan sangat mempengaruhi kehidupan anda di masa mendatang. Sangat tidak mudah merubah citra buruk menjadi baik. Seorang narapidana yang di penjara karena membunuh, setelah bebas dia akan dicap sebagai pembunuh oleh masyarakat. Menghilangkan citra buruk kita kepada masyarakat adalah dengan merubah sifat, sikap, dan tingkah laku, walaupun sulit dan penuh dengan cemooh orang, kita harus sabar dan berserah diri kepada Tuhan. Waktu demi waktu semua orang akan menilai kita bahwa kita telah mampu untuk merubah diri kita, sehingga mereka mau menerima kita dalam kehidupan mereka.

Perlu diingat bahwa agar menjadi lebih baik kita harus menjadikan masa lalu untuk pengalaman bukan untuk dibandingkan dengan masa sekarang, agar kehidupan kita sesuai dengan apa yang kita harapkan

Sukses Dibalik Kesederhaan

Posted by Dunia Iklan 21.20, under | No comments

Kesederhanaan adalah salah satu sifat yang harus di miliki setiap orang, entah itu orang kaya, orang miskin, siapa pun orangnya kesederhanaan dalam hidup sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari – hari kita. Kesederhanaan dalam bekerja, berumah tangga, bertetangga, bahkan berkawan. Banyak sekali orang – orang menyombongkan apa yang dia miliki, harta, kedudukan, bahkan sering menyepelekan orang lain.

Akan tetapi dalam kehidupan sehari – hari, yang sering menonjolkan apa yang dia miliki adalah orang – orang yang kaya, mereka merasa apa yang mereka inginkan terpenuhi, sedangkan orang miskin mau menonjolkan apa yang dia miliki pasti akan dihina, dilecehkan, dengan orang – orang kaya itu. Tapi apakah penting semua itu dalam kehidupan sehari – hari ? sangat tidak lah etis kehidupan seperti itu, karena semua derajat manusia sama, kaya dan miskin hanyalah kehidupan duniawi yang fana

Kesederhanaan dalam mencapai sukses sangat bermanfaat bagi yang menjalankannya. Menjalankan apa yang dia jalankan dengan apa adanya, dengan menghormati dan menghargai orang sekitar, mampu beradaptasi dengan lingkungan dimana pun dia berada, dengan hal seperti maka kewibawaan seseorang akan muncul dengan sendirinya di mata masyarakat banyak, anda akan di terima dimana pun, kapan pun, anda menapakkan kaki. Bayangkan jika anda angkuh, sombong, tidak peduli dengan orang lain, selalu merasa anda lah yang paling benar. Kemungkinan apa yang akan terjadi dengan anda ? anda akan di kucilkan, setiap orang akan membicarakan kejelekkan anda, anda akan menjadi seseorang yang bercitra buruk di mata masyarakat. Jika anda sedang kesusahan butuh bantuan orang lain, orang lain akan menertawakan anda dengan senang, sekarang bayangkan anda menjadi orang memiliki kesederhanaan, bagaiman respon orang lain, mereka akan berduyun – duyun membantu anda, membicarakan anda dalam hal kebaikan, jika anda melakukan suatu kesalahan, animo masyarakat terhadap anda pasti bertanya – tanya, aah, masa sih ? apakah iya ? aah tidak mungkin ?

Kesuksesan tidak harus dicapai dengan sebuah karya atau hasil dari pekerjaan, tetapi sukses dalam kehidupan bermasyarakat, berumah tangga, bahkan sukses dalam menata diri kita untuk dapat hidup sederhana. Ingatlah bahwa orang kaya belum tentu kaya dan orang miskin belum tentu miskin. Kesuksesan dalam kesederhanaan perlu untuk kita dalam menata hati, pikiran, dan tingkah laku dalam kehidupan sehari – hari

Kosong Itu Berisi

Posted by Dunia Iklan 21.17, under | No comments

Dalam kenyataan hidup kita selalu melihat bahwa kosong hanyalah kosong, tetapi tahukah anda bahwa kosong itu berisi. Setiap apapun yang kosong pasti berisi, gelas sebelum kita isi dengan air di dalamnya terisi dengan udara, kita bolak – balik gelas tersebut udara tidak akan tumpah, bagaimana dengan di isi air, seketika air akan tumpah dengan cepatnya. Semua itu di ibaratkan dengan tingkah laku manusia yang selalu akan lupa.

Fulan seorang pengusaha sukses yang bergerak di bidang Home Industry. Ia membangkitkan desanya dengan mempekerjakan orang – orang disekitarnya untuk mengurangi pengangguran yang semakin lama semakin menjadi. Selama 10 tahun terakhir, Fulan menjadi orang terpandang dan disegani oleh masyarakat di desa tersebut, karena telah berperan besar untuk desa, sehingga desa menjadi maju dan pengangguran pun semakin sedikit. Pada suatu waktu Fulan bergabung dalam sebuah Partai Politik yang dimana Partai Politik tersebut merupakan salah satu partai besar. Selang beberapa tahun Fulan bergabung dengan partai itu, Fulan diusulkan partainya untuk mencalonkan diri menjadi Anggota Legislatif daerah, karena melihat prestasi Fulan yang dianggap mampu untuk mengembangkan desa yang masih tertinggal di daerah pedesaan. Melihat peluang yang begitu besar, Fulan pun bersedia dan siap untuk menjadi anggota legislatif. Lalu ia membentuk suatu kepanitiaan untuk pencalonan dirinya serta memberitahukan kepada masyarakat desa tentang pencalonan dirinya. Masyarakat desa mendukungnya untuk naik, dan partai siap membantu mendanai kampanye Fulan, akan tetapi sebagian dana merupakan dana pribadi yang cukup banyak. Dalam kampanye ia pun berjanji untuk mensejahterakan rakyat desa. Setelah menjadi anggota ia pun mulai berpikiran bagaimana uangnya kembali. Setiap pengajuan proposal ke pemerintah untuk mensejahterakan rakyat ia selalu minta dana lebih dan dana tersebut tidak tersalurkan semua sehingga rakyat desa hanya menerima sekelumit dari uang pemerintah, dan akhirnya kinerja rakyat terbengkelai akibat minimnya dana. Fulan lupa akan janji – janjinya setelah menjadi anggota legislatif. Kepercayaan rakyat pun sedikit demi sedikit redup setelah pemerintah menangkap Fulan sebagai tindak korupsi. Nama Fulan yang dulu disegani kini sudah tercemar buruk dimata masyarakat karena tingkah lakunya yang meraup dana untuk kepentingan sendiri.


Dalam menjalankan suatu tugas yang dilimpahkan ke kita dan janji yang telah kita ucap, kita jangan lupa akan visi, misi, dan tujuan serta jangan sampai mengingkarinya, karena janji adalah sumpah yang diucapkan

Baik Belum Tentu Benar

Posted by Dunia Iklan 21.12, under | No comments

Anggapan bahwa baik itu selalu benar ternyata hanyalah sekelumit ucapan yang membutakan mata seseorang. Banyak sekali kejadian dimana seorang di pandang baik ternyata dia serigala berbulu domba. Andaikan mata di berikan kekuasaan oleh Tuhan untuk melihat semua kebenaran, maka di dunia ini tidak akan ada orang yang berdosa. Akan tetapi begitu Maha Adil Tuhan dalam menciptakan manusia, hanya orang terpilhlah yang dpata melihat mana yang baik dan benar, sehingga seimbanglah dunia ini.

Ada cerita tentang seorang pembantu rumah tangga, dimana dia sangat berperilaku sopan, baik, dan jujur, akan tetapi di lain kesempatan waktu majikannya keluar kota, pembantu itu hanya dirumah bersama dua anak majikan dimana masing-masing berumur 10 dan 8 tahun. pembantu itu memang baik, dia tidak mencuri bahkan menculik anak majikannya pun tidak, akan tetapi saat dia berbicara dengan sang anak saat bermain PlayStation sepak bola, di tengah permainan kelura sekelumit kata anjing, bangsat, brengsek, bajingan, dll. Padahal kedua anak majikannya masih labil. Di waktu berikutnya sang majikan pulang dimana anak mereka sedang bermain PlayStation sepak bola, sang majikan kaget ketika anak mereka mengucap kata rusuh. Dua minggu kemudian pembantu tadi bermain PS dengan sang anak, majikannya melihat, banggalah sang majikan melihat anaknya bermain dengan senang, tiba-tiba si pambantu melontarkan kata rusuh tanpa ia tahu bahwa majikannya ada di belakangnya.

Marahlah sang majikan saat itu juga, ternyata anak mereka tanpa sadar meniru ucapan si pambantu. akhirnya pembantu tersebut di peringatkan dan ia pun tidak mengulanginya kembali serta tidak di pecat kerjanya walaupun anak mereka sudah terkena dampaknya karena dia sopan baik dan jujur, itulah perimbangan mereka.
Dari sini dapat dipetik bahwa perilaku tidak benar tidak hanya dari perilaku tetapi bisa dari ucapan.

Setitik Keringat Menjadi Danau

Posted by Dunia Iklan 21.08, under | No comments

Setitik keringat menjadi danau? Sungguh sangat tidak memungkinkan untuk orang awam, bahkan bukan orang awam pun mengatakan impossible. Setitik keringat menjadi danau hanyalah sebuah majas yang pantas diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebuah cerita dari seorang petani sayur. Dia hidup bisa dikatakan di bawah rata-rata. Dia hidup berkeluarga dengan seorang istri dan 5 anaknya yang masih kecil dan belia. Petani tersebut dan istrinya bekerja keras di ladang warisan orang tua sang istri dan seekor sapi warisan orang tua sang suami. Mereka bekerja hanya untuk menghidupi anak mereka bahkan kadang mereka pun tak makan asal anak mereka terpenuhi gizinya. Hasil panen sayur selalu di setorkanya ke agen-agen. Dalam menggarap ladangnya mereka hanya bermodalkan warisan, sehingga semuanya alami tanpa sintetik, pupuk menggunakan kotoran sapi, saluran irigasi di buatnya sendiri dari sungai terdekat sehingga sayur hasil mereka pun segar organik. Setelah 5 tahun mereka hidup seperti ini, pada suatu ketika sebuah toko swalayan yang menjual sayuran organik bertanya kepada agen penyalur sayur, diantarlah pemilik took swalayan tersebut ke rumah petani itu. Pemilik took itu pun menawarkan kerjasama dengan keluarga petani tersebut dan mereka pun sepakat. Setelah lama menjalin kerjasama kehidupan keluarga petani itu pun mulai berubah, mereka memperluas ladang dan membeli seekor sapi. Lama kelamaan pesanan sayur organik pun bertambah dari konsumen, kerjasama pun di perpanjang. Akhirnya keluarga petani itu mulai berbisnis sayur organik tidak hanya itu mereka juga merambah bisnis ternak sapi. Kehidupan mereka menjadi diatas rata-rata dengan penghasilan yang cukup luar biasa. Kerja keras mereka selama ini mendapat imbalan yang setimpal. Sejahteralah hidup mereka

Keringat yang tercurahkan untuk menyambung hidup selalu menetes dengan panasnya terik matahari menjadi sebuah danau yang di dalamnya terdapat kepuasan yang dicapai. Itulah makna dari sedikit cerita diatas

Cafe Bisnis Online
Cafe Bisnis Online
Cafe Bisnis Online

Tags

Blog Archive