Cafe Bisnis Online
Cafe Bisnis Online
Cafe Bisnis Online
Cafe Bisnis Online
Cafe Bisnis Online

Senin, 14 Februari 2011

Sukses Dibalik Kesederhaan

Posted by Dunia Iklan 21.20, under | No comments

Kesederhanaan adalah salah satu sifat yang harus di miliki setiap orang, entah itu orang kaya, orang miskin, siapa pun orangnya kesederhanaan dalam hidup sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari – hari kita. Kesederhanaan dalam bekerja, berumah tangga, bertetangga, bahkan berkawan. Banyak sekali orang – orang menyombongkan apa yang dia miliki, harta, kedudukan, bahkan sering menyepelekan orang lain.

Akan tetapi dalam kehidupan sehari – hari, yang sering menonjolkan apa yang dia miliki adalah orang – orang yang kaya, mereka merasa apa yang mereka inginkan terpenuhi, sedangkan orang miskin mau menonjolkan apa yang dia miliki pasti akan dihina, dilecehkan, dengan orang – orang kaya itu. Tapi apakah penting semua itu dalam kehidupan sehari – hari ? sangat tidak lah etis kehidupan seperti itu, karena semua derajat manusia sama, kaya dan miskin hanyalah kehidupan duniawi yang fana

Kesederhanaan dalam mencapai sukses sangat bermanfaat bagi yang menjalankannya. Menjalankan apa yang dia jalankan dengan apa adanya, dengan menghormati dan menghargai orang sekitar, mampu beradaptasi dengan lingkungan dimana pun dia berada, dengan hal seperti maka kewibawaan seseorang akan muncul dengan sendirinya di mata masyarakat banyak, anda akan di terima dimana pun, kapan pun, anda menapakkan kaki. Bayangkan jika anda angkuh, sombong, tidak peduli dengan orang lain, selalu merasa anda lah yang paling benar. Kemungkinan apa yang akan terjadi dengan anda ? anda akan di kucilkan, setiap orang akan membicarakan kejelekkan anda, anda akan menjadi seseorang yang bercitra buruk di mata masyarakat. Jika anda sedang kesusahan butuh bantuan orang lain, orang lain akan menertawakan anda dengan senang, sekarang bayangkan anda menjadi orang memiliki kesederhanaan, bagaiman respon orang lain, mereka akan berduyun – duyun membantu anda, membicarakan anda dalam hal kebaikan, jika anda melakukan suatu kesalahan, animo masyarakat terhadap anda pasti bertanya – tanya, aah, masa sih ? apakah iya ? aah tidak mungkin ?

Kesuksesan tidak harus dicapai dengan sebuah karya atau hasil dari pekerjaan, tetapi sukses dalam kehidupan bermasyarakat, berumah tangga, bahkan sukses dalam menata diri kita untuk dapat hidup sederhana. Ingatlah bahwa orang kaya belum tentu kaya dan orang miskin belum tentu miskin. Kesuksesan dalam kesederhanaan perlu untuk kita dalam menata hati, pikiran, dan tingkah laku dalam kehidupan sehari – hari

Kosong Itu Berisi

Posted by Dunia Iklan 21.17, under | No comments

Dalam kenyataan hidup kita selalu melihat bahwa kosong hanyalah kosong, tetapi tahukah anda bahwa kosong itu berisi. Setiap apapun yang kosong pasti berisi, gelas sebelum kita isi dengan air di dalamnya terisi dengan udara, kita bolak – balik gelas tersebut udara tidak akan tumpah, bagaimana dengan di isi air, seketika air akan tumpah dengan cepatnya. Semua itu di ibaratkan dengan tingkah laku manusia yang selalu akan lupa.

Fulan seorang pengusaha sukses yang bergerak di bidang Home Industry. Ia membangkitkan desanya dengan mempekerjakan orang – orang disekitarnya untuk mengurangi pengangguran yang semakin lama semakin menjadi. Selama 10 tahun terakhir, Fulan menjadi orang terpandang dan disegani oleh masyarakat di desa tersebut, karena telah berperan besar untuk desa, sehingga desa menjadi maju dan pengangguran pun semakin sedikit. Pada suatu waktu Fulan bergabung dalam sebuah Partai Politik yang dimana Partai Politik tersebut merupakan salah satu partai besar. Selang beberapa tahun Fulan bergabung dengan partai itu, Fulan diusulkan partainya untuk mencalonkan diri menjadi Anggota Legislatif daerah, karena melihat prestasi Fulan yang dianggap mampu untuk mengembangkan desa yang masih tertinggal di daerah pedesaan. Melihat peluang yang begitu besar, Fulan pun bersedia dan siap untuk menjadi anggota legislatif. Lalu ia membentuk suatu kepanitiaan untuk pencalonan dirinya serta memberitahukan kepada masyarakat desa tentang pencalonan dirinya. Masyarakat desa mendukungnya untuk naik, dan partai siap membantu mendanai kampanye Fulan, akan tetapi sebagian dana merupakan dana pribadi yang cukup banyak. Dalam kampanye ia pun berjanji untuk mensejahterakan rakyat desa. Setelah menjadi anggota ia pun mulai berpikiran bagaimana uangnya kembali. Setiap pengajuan proposal ke pemerintah untuk mensejahterakan rakyat ia selalu minta dana lebih dan dana tersebut tidak tersalurkan semua sehingga rakyat desa hanya menerima sekelumit dari uang pemerintah, dan akhirnya kinerja rakyat terbengkelai akibat minimnya dana. Fulan lupa akan janji – janjinya setelah menjadi anggota legislatif. Kepercayaan rakyat pun sedikit demi sedikit redup setelah pemerintah menangkap Fulan sebagai tindak korupsi. Nama Fulan yang dulu disegani kini sudah tercemar buruk dimata masyarakat karena tingkah lakunya yang meraup dana untuk kepentingan sendiri.


Dalam menjalankan suatu tugas yang dilimpahkan ke kita dan janji yang telah kita ucap, kita jangan lupa akan visi, misi, dan tujuan serta jangan sampai mengingkarinya, karena janji adalah sumpah yang diucapkan

Baik Belum Tentu Benar

Posted by Dunia Iklan 21.12, under | No comments

Anggapan bahwa baik itu selalu benar ternyata hanyalah sekelumit ucapan yang membutakan mata seseorang. Banyak sekali kejadian dimana seorang di pandang baik ternyata dia serigala berbulu domba. Andaikan mata di berikan kekuasaan oleh Tuhan untuk melihat semua kebenaran, maka di dunia ini tidak akan ada orang yang berdosa. Akan tetapi begitu Maha Adil Tuhan dalam menciptakan manusia, hanya orang terpilhlah yang dpata melihat mana yang baik dan benar, sehingga seimbanglah dunia ini.

Ada cerita tentang seorang pembantu rumah tangga, dimana dia sangat berperilaku sopan, baik, dan jujur, akan tetapi di lain kesempatan waktu majikannya keluar kota, pembantu itu hanya dirumah bersama dua anak majikan dimana masing-masing berumur 10 dan 8 tahun. pembantu itu memang baik, dia tidak mencuri bahkan menculik anak majikannya pun tidak, akan tetapi saat dia berbicara dengan sang anak saat bermain PlayStation sepak bola, di tengah permainan kelura sekelumit kata anjing, bangsat, brengsek, bajingan, dll. Padahal kedua anak majikannya masih labil. Di waktu berikutnya sang majikan pulang dimana anak mereka sedang bermain PlayStation sepak bola, sang majikan kaget ketika anak mereka mengucap kata rusuh. Dua minggu kemudian pembantu tadi bermain PS dengan sang anak, majikannya melihat, banggalah sang majikan melihat anaknya bermain dengan senang, tiba-tiba si pambantu melontarkan kata rusuh tanpa ia tahu bahwa majikannya ada di belakangnya.

Marahlah sang majikan saat itu juga, ternyata anak mereka tanpa sadar meniru ucapan si pambantu. akhirnya pembantu tersebut di peringatkan dan ia pun tidak mengulanginya kembali serta tidak di pecat kerjanya walaupun anak mereka sudah terkena dampaknya karena dia sopan baik dan jujur, itulah perimbangan mereka.
Dari sini dapat dipetik bahwa perilaku tidak benar tidak hanya dari perilaku tetapi bisa dari ucapan.

Setitik Keringat Menjadi Danau

Posted by Dunia Iklan 21.08, under | No comments

Setitik keringat menjadi danau? Sungguh sangat tidak memungkinkan untuk orang awam, bahkan bukan orang awam pun mengatakan impossible. Setitik keringat menjadi danau hanyalah sebuah majas yang pantas diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebuah cerita dari seorang petani sayur. Dia hidup bisa dikatakan di bawah rata-rata. Dia hidup berkeluarga dengan seorang istri dan 5 anaknya yang masih kecil dan belia. Petani tersebut dan istrinya bekerja keras di ladang warisan orang tua sang istri dan seekor sapi warisan orang tua sang suami. Mereka bekerja hanya untuk menghidupi anak mereka bahkan kadang mereka pun tak makan asal anak mereka terpenuhi gizinya. Hasil panen sayur selalu di setorkanya ke agen-agen. Dalam menggarap ladangnya mereka hanya bermodalkan warisan, sehingga semuanya alami tanpa sintetik, pupuk menggunakan kotoran sapi, saluran irigasi di buatnya sendiri dari sungai terdekat sehingga sayur hasil mereka pun segar organik. Setelah 5 tahun mereka hidup seperti ini, pada suatu ketika sebuah toko swalayan yang menjual sayuran organik bertanya kepada agen penyalur sayur, diantarlah pemilik took swalayan tersebut ke rumah petani itu. Pemilik took itu pun menawarkan kerjasama dengan keluarga petani tersebut dan mereka pun sepakat. Setelah lama menjalin kerjasama kehidupan keluarga petani itu pun mulai berubah, mereka memperluas ladang dan membeli seekor sapi. Lama kelamaan pesanan sayur organik pun bertambah dari konsumen, kerjasama pun di perpanjang. Akhirnya keluarga petani itu mulai berbisnis sayur organik tidak hanya itu mereka juga merambah bisnis ternak sapi. Kehidupan mereka menjadi diatas rata-rata dengan penghasilan yang cukup luar biasa. Kerja keras mereka selama ini mendapat imbalan yang setimpal. Sejahteralah hidup mereka

Keringat yang tercurahkan untuk menyambung hidup selalu menetes dengan panasnya terik matahari menjadi sebuah danau yang di dalamnya terdapat kepuasan yang dicapai. Itulah makna dari sedikit cerita diatas

Hidup Bukan Seperti Kereta Api

Posted by Dunia Iklan 20.58, under | No comments

Kereta api merupakan alat transportasi darat yang yang berjalan di atas jalan yang di sediakan yaitu rel. Tentu semua manusia di dunia sudah tahu bahwa rel adalah jalur khusus yang hanya bisa di lewati kereta, akan tetapi banyak orang yang hidup seperti kereta api, dimana dia berjalan di tentukan oleh orang lain tanpa berpikir untuk mengembangkan apa yang menjadi keinginannya, sehingga dia berjalan selalu mengikuti apa yang di perintahkan sperti kereta yang telah di buatkan jalan ketika lurus, lurus jika berbelok, belok.

Dalam angan ada cerita tentang seorang manusia bernama Abad. Abad seorang anak desa yang ingin mengejar impiannya di kota, walaupun dia anak desa tapi dia pintar gelar S1 Akt di pegangnya. Dia mempunyai keinginan untuk menjadi pengusaha sukses di kota tujuan. Abad berpamitan dengan kedua orang tuanya bahwa dia ingin pergi ke kota mengadu nasib.Sesampai di kota dia bingung akan kerja apa, karena keinginannya hanya menjadi pengusaha saja tanpa tahu akan usaha apa. Akhirnya setelah 2 minggu dia lontang-lantung di kota, dia membaca sebuah pamflet bahwa ada lowongan kerja di Perusahaan Suka Semir. Dia membuat surat lamaran untuk pekerjaan tersebut di bagian staf administrasi, dimana bagian itu yang masih belum terisi. Setelah 3 hari, dapat panggilan, wawancara, 2 hari kemudian langsung kerja. Selama dia bekerja dia di suruh membuat proposal, menyusun laporan keuangan perusahaan dan lain-lain yang berhubungan dengan uang perusahaan. Dia selalu melakukan apa yang di suruh atasan sekalipun itu merugikan negara, karena dia berpikir di perusahaan ini dia mendapatkan uang. Suatu hari pimpinan memakai uang perusahaan untuk pernikahan anaknya, tentu tidak dalam jumlah kecil. Pada akhir tahun Abad di perintahkan untuk menyusun laporan keuangan perusahaan yang mana uang perusahaan di pakai untuk pernikahan anak pimpinannya, bagaimana caranya agar tidak di ketahui oleh pemerintah. Dia pun putar otak untuk melakukan hal itu, dia pun juga di perintahkan untuk meminimalkan pajak perusahaan. Dia bekerja tanpa memikirkan dampaknya. Suatu hari seorang auditor mengaudit perusahaan dan terbongkarlah semua penggelapan uang perusahaan. Abad pun terseret dalam masalah ini. Sehingga ia pun di penjara. 

Awalnya ingin menjadi pengusaha akan tetapi berakhir di dalam bui.
Dalam hal ini dapat di petik bahwa hidup harus mempunyai arah dan tujuan dan tidak dikendalikan oleh orang lain, karena jalan hidup manusia di tentukan oleh manusia itu sendiri dan Tuhan, bukan orang lain.

Jati Diri Yang Sebenarnya

Posted by Dunia Iklan 08.11, under | No comments

Alkisah, di tengah samudra yang maha luas, tampaklah ombak besar sedang bergulung-gulung dengan suaranya yang menggelegar, tampak bersuka ria menikmati kedasyatan kekuatannya, seakan-akan menyatakan keberadaan dirinya yang besar dan gagah perkasa.
Sementara itu, jauh di belakang gelombang ombak besar, tampak sang ombak kecil bersusah payah mengikuti. Ia terlihat lemah, tertatih-tatih, tak berdaya, dan jauh tersisih di belakang. Akhirnya, ombak kecil hanya bisa menyerah dan mengekor ke mana pun ombak besar pergi. Tetapi, di benaknya selalu muncul pertanyaan, mengapa dirinya begitu lebih lemah dan tak berdaya?
Suatu kali, ombak kecil bermaksud mengadu kepada ombak besar. Sambil tertaih-tatih ombak kecil berteriak: “Hai ombak besar. Tunggu!”
Sayup-sayup suara ombak kecil didengar juga oleh ombak besar. Lalu sang ombak besar sedikit memperlambat gerakannya dan berputar-putar mendekati arah datangnya suara. “Ada apa sahabat?” Jawab ombak besar dengan suara menggelegar hebat.
“Aih.pelankan suaramu. Dengarlah, mengapa engkau bisa begitu besar? Begitu kuat, gagah, dan perkasa? Sementara diriku. ah. begitu kecil, lemah dan tak berdaya. Apa sesungguhnya yang membuat kita begitu berbeda, wahai ombak besar?”
Ombak besar pun menjawab, “Sahabatku, kamu menganggap dirimu sendiri kecil dan tidak berdaya, sementara kamu menganggap aku begitu hebat dan luar biasa, anggapanmu itu muncul karena kamu belum sadar dan belum mengerti jati dirimu yang sebenarnya, hakikat dirimu sendiri”. “Jati diri? Hakikat diri? Kalau jati diriku bukan ombak kecil, lalu aku ini apa?” Tanya ombak kecil, “Tolong jelaskan, aku semakin bingung dan tidak mengerti.”
Ombak besar meneruskan, “Memang di antara kita terasa berbeda tetapi sebenarnya jati diri kita adalah sama, kamu bukan ombak kecil, aku pun juga bukan ombak besar. Ombak besar dan ombak kecil adalah sifat kita yang sementara. Jati diri kita yang sejati sama, kita adalah air. Bila kamu menyadari bahwa kita sama-sama air, maka kamu tidak akan menderita lagi, kamu adalah air, setiap waktu kamu bisa menikmati menjadi ombak besar seperti aku, kuat gagah dan perkasa.”
Mendengar kata-kata bijak sang ombak besar, mendadak timbul kesadaran dalam diri ombak kecil. “Ya, benar, aku bukan ombak kecil. Jati diriku adalah air, tidak perlu aku berkecil hati dan menderita.”
Dan, sejak saat itu, si ombak kecil pun menyadari dan menemukan potensi dirinya yang maha dasyat. Dengan ketekunan dan keuletannya, ia berhasil menemukan cara-cara untuk menjadikan dirinya semakin besar, kuat, dan perkasa, sebagaimana sahabatnya yang dulu dianggapnya besar. Akhirnya, mereka hidup bersama dalam keharmonisan alam. Ada kalanya yang satu lebih besar dan yang lain kecil. Kadang yang satu lebih kuat dan yang lain lemah.
Begitulah, mereka menikmati siklus kehidupan dengan penuh hikmat dan kesadaran.

Motivasi Part 2

Posted by Dunia Iklan 08.00, under | No comments

Saya telah mempelajari kehidupan pria-pria besar dan wanita-wanita terkenal, dan saya menemukan bahwa mereka yang mencapai puncak keberhasilan adalah mereka yang melakukan pekerjaan-pekerjaan yang ada di hadapan mereka dengan segenap tenaga, semangat dan kerja keras (Harry S. Truman)

Sebagian orang mengatakan kesempatan hanya datang satu kali, itu tidak benar. Kesempatan itu selalu datang, tetapi Anda harus siap menanggapinya (Louis L’amour)

Kegagalan dapat dibagi menjadi dua sebab. Yakni orang yang berpikir tapi tidak pernah bertindak dan orang yang bertindak tapi tidak pernah berpikir (W.A. Nance)

Kebahagiaan tertinggi dalam kehidupan adalah kepastian bahwa Anda dicintai apa adanya, atau lebih tepatnya dicintai walaupun Anda seperti diri Anda adanya (Victor Hugo)

Jika kita memulainya dengan kepastian, kita akan berakhir dalam keraguan, tetapi jika kita memulainya dengan keraguan, dan bersabar menghadapinya, kita akan berakhir dalam kepastian (Francis Bacon)

Jangan melihat masa lalu dengan penyesalan, jangan pula melihat masa depan dengan ketakutan, tapi lihatlah sekitarmu dengan penuh kesadaran (James Thurber)

Orang-orang menjadi begitu luar biasa ketika mereka mulai berpikir bahwa mereka bisa melakukan sesuatu. Saat mereka percaya pada diri mereka sendiri, mereka memiliki rahasia kesuksesan yang pertama (Norman Vincent Peale)

Kebahagiaan akan tumbuh berkembang manakala Anda membantu orang lain. Namun bilamana Anda tidak mencoba membantu sesama, kebahagiaan akan layu dan mengering. Kebahagiaan bagaikan sebuah tanaman, harus disirami tiap hari dengan sikap dan tindakan memberi (J. Donald Walters)

Sedikit sekali orang yang memiliki hartanya sendiri. Hartalah yang memiliki mereka (Robert G. Ingersoll)

Hidup adalah sebuah tantangan, maka hadapilah. Hidup adalah sebuah nyanyian, maka nyanyikanlah. Hidup adalah sebuah mimpi, maka sadarilah. Hidup adalah sebuah permainan, maka mainkanlah. Hidup adalah cinta, maka nikmatilah (Bhagawan Sri Sthya Sai Baba)

Orang yang bahagia bukanlah pada lingkungan tertentu, melainkan orang dengan sikap-sikap tertentu (Hugh Downs)

Jangan takut untuk mengambil satu langkah besar bila memang itu diperlukan. Anda tak akan bisa melompati jurang dengan dua lompatan kecil (David Lloyd George)

Tak ada rahasia untuk menggapai sukses. Sukses itu dapat terjadi karena persiapan, kerja keras dan mau belajar dari kegagalan (General Collin Power)

Kita menilai diri kita dengan mengukur dari apa yang kita rasa mampu untuk kerjakan, orang lain mengukur kita dengan mengukur dari adap yang telah kita lakukan (Henry Wadsworth Longfellow)

Pengalaman bukan apa yang terjadi pada Anda, melainkan apa yang Anda lakukan atas apa yang terjadi pada Anda (Aldous Huxley)

Sukses seringkali datang pada mereka yang berani bertindak, dan jarang menghampiri penakut yang tidak berani mengambil konsekuensi (Jawaharlal Nehru)

Orang yang luar biasa itu sederhana dalam ucapan, tetapi hebat dalam tindakan (Confusius)

Cafe Bisnis Online
Cafe Bisnis Online
Cafe Bisnis Online

Tags

Blog Archive